Peraturan Bayi Naik Pesawat

Hati-hati, Ini Kesalahan Orangtua Saat Membawa Bayi Naik Pesawat!

Blogreview.id – Bagi orang tua yang baru pertama kali naik pesawat bersama sang buah hati, naik pesawat adalah tantangan tersendiri. Pasalnya banyak kekhawatiran yang menyelimuti, mulai dari takut sang buah hati rewel, sulit tidur, hingga perasaan cemas, khawatir lainnya.

Agar perjalanan naik pesawat pertama kali bersama sang buah hati berjalan lancar, Anda bisa mengetahui kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan orang tua saat membawa bayi naik pesawat berikut ini, sehingga kesalahan tersebut bisa kamu hindari sedini mungkin.

1. Memaksa anak tidur
Jika anak tidak bisa tidur sepanjang perjalanan, sebaiknya tidak perlu memaksa dia tidur. Ruang sempit dan situasi pesawat yang tidak nyaman pastinya akan sulit membuat anak tertidur.
Agar anak bisa tetap tenang, Anda bisa menyiapkan selimut, mainan, serta barang kesayangannya yang akan membantu anak untuk tetap tenang selama di pesawat. Anda juga bisa berjalan-jalan sejenak di kabin pesawat terbang sejenak di kabin pesawat.

2. Tidak mengetahui aturan mengenai membawa ASI perah
Membawa ASI perah menjadi salah satu pilihan yang tepat saat membaca bayi naik pesawat terbang. Untuk aturan penerbangan nasional, Anda bisa membawa ASI perah di dalam kotak berukuran 30 – 40 cm dan diperbolehkan membawa ASI perah sebanyak 1 liter.

Namun, Anda harus memerhatikan keamanan wadah yang digunakan. Wadah harus tersegel baik dan dipastikan tak akan tumpah. Jika melakukan perjalanan jauh, Anda juga bisa menitipkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pesawat.

2. Salah memilih jadwal Keberangkatan
Nah, ini dia salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan para orang tua, karena selama ini hampir sebagian besar para orang tua hanya mempertimbangkan harga saat memilih jadwal perjalanan.

BACA:  Gogobli Situs eCommerce Kesehatan Dan Kecantikan Pertama Di Indonesia

Namun, saat traveling dengan sang anak, sebaiknya pertimbangkanlah jam tidur anak. Usahakan waktu penerbangan disamakan dengan jam tidur siang dan malam bayi. Hal ini akan membantu anak untuk cepat terlelap di dalam pesawat. Selain itu, gunakan pakaian yang nyaman atau mungkin pakaian tidur. Hal ini akan memberikan stimulus pada anak untuk terlelap di pesawat.

4. Tidak meminta bantuan pramugari untuk keselamatan bayi
Sebaiknya Anda tidak perlu sungkan untuk bertanya perihal keselamatan bayi saat di pesawat terbang, seperti saat memasang sabuk pengaman. Pasalnya memangku bayi bukan berarti akan aman selama di pesawat terbang.

Anda bisa meminta penjelasan pramugari mengenai saat-saat darurat jika membawa bayi dalam pesawat. Saat kadar oksigen di kabin menurun, misalnya, Anda harus memastikan diri sendiri aman sebelum menyelamatkan anak. Keselamatan penting juga untuk diingat ketika mengajak bayi naik pesawat.

Peraturan membawa bayi dari maskapai penerbangan di Indonesia
Selain harus mengetahui kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan orang tua saat naik pesawat terbang bersama sang buah hati.  Anda juga harus mengetahui peraturan-peraturan dari berbagai maskapai penerbangan tentang membawa bayi di pesawat terbang, yang dilansir dari situs yang memberikan daftar harga tiket pesawat Garuda Indonesia, Lion Air, AirAsia, dan maskapai penerbangan lainnya dengan harga terbaik, Reservasi.com:

Peraturan Bayi Naik Pesawat Garuda Indonesia
▪ Bayi berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.
▪ Bayi berusia di bawah 7 hari setelah dilahirkan tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia. Namun untuk bayi yang prematur bisa terbang dengan melengkapi Medical Information (MEDIF) dan laporkan kondisi tersebut pada petugas darat.
▪ Bayi harus disertai dengan seorang pendamping dewasa yang memangku bayi tersebut.
▪ Pendamping tersebut harus bepergian pada penerbangan yang sama, di kelas yang sama, dan untuk tujuan yang sama dengan bayi.
▪ Satu bayi wajib didampingi oleh satu penumpang dewasa yang mengambil tanggung jawab penuh atas bayi.
▪ Bayi dapat menggunakan fasilitas Baby Basinet yang disediakan oleh Garuda di dalam pesawat (selama masih tersedia), namun pada saat lepas landas, mendarat dan kondisi turbulensi, bayi wajib dipangku.
▪ Awak kabin akan membantu penggunaan sabuk pengaman khusus bagi bayi. Selain itu juga disediakan pelampung khusus bagi bayi yang akan dikumpulkan kembali setelah mendarat. Pelampung tersebut hanya digunakan pada saat kondisi darurat.
▪ Tarif bayi adalah 20% dari tarif dewasa.
▪ Penumpang bayi mendapat bagasi gratis 10 kg.
▪ Tidak diperbolehkan membawa stroller di kabin.
Peraturan Bayi Naik Pesawat Sriwijaya Air Dan NAM Air
▪ Bayi berusia 0-23 bulan pada saat penerbangan.
▪ Lingkar pinggang bayi tidak boleh melebihi 40 cm dan kepala bayi tidak lebih tinggi dari hidung bawah pemangku.
▪ Tarif bayi untuk pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air adalah 10% dari tarif dewasa.
▪ Tidak ada bagasi untuk bayi.
Peraturan Bayi Naik pesawat Lion Grup Seperti Lion Air, Malindo, Batik Air, Dan Wings Air
▪ Maskapai Lion Air berhak tidak mengangkut bayi yang umurnya kurang dari 2 (dua) hari.
▪ Bayi berumur antara 3 (tiga) hingga 7 (tujuh) hari harus memiliki Surat Keterangan Medis yang terbit setidaknya 72 jam sebelum jam Keberangkatan dari dokter. Dan harus yang menyatakan bayi dalam keadaan sehat untuk perjalanan udara.
▪ Lion Air Grup mewajibkan orang tua bayi untuk menandatangani Formulir Ganti Rugi yang membebaskan maskapai dari pertanggungjawaban sekiranya terjadi apa-apa dengan bayi selama penerbangan.
▪ Harga tiket Untuk Bayi 20% dari tarif dewasa.
▪ Tidak ada bagasi untuk bayi.
Peraturan dari maskapai penerbangan lainnya, Anda bisa cek langsung di Reservasi.com ya!

BACA:  5 Penyebab Kuota Internet Cepat Habis

Di Reservasi.com, Anda tak hanya bisa mendapatkan harga tiket pesawat terbaik, namun ada juga list hotel di Bogor, Bali, Bandung, Yogyakarta, serta destinasi lainnya juga ada di www.reservasi.com.

 

Bezimeni ID Author

Tinggalkan Balasan