Situs Koncoan Tutup

Koncoan Yang Bertekad Saingi Facebook Akhirnya Tutup

Blogreview.id  – Kini ada jaringan sosial terbaru  (social network) asal Indonesia yang sedang ramai dibicarakan dan booming yakni Koncoan. Muhammat Guntur Budiawan  Founder Koncoan berujar ingin kalahkan Facebook. Mampukah?

Seperti diketahui Facebook adalah media sosial yang paling banyak digunakan di dunia. Dan Indonesia merupakan negara keempat pengguna Facebook teraktif. Disinyalir, pengguna internet di Indonesia memiliki akun Facebook mulai untuk pertemanan bahkan untuk memajang barang dagangannya.

Seolah-olah Indonesia tidak terpisahkan dengan Facebook walau ada media sosial lain semisal Twitter, Instagram tapi Facebook tetap menjadi pilihan utama untuk saling bertukar informasi atau mengeluarkan pendapat. Arus informasi bahkan tidak terbendung dan cenderung pengguna tidak memilah-milih untuk secara bijak apakah pantas dipublikasikan atau tidak di media sosial tersebut.

Koncoan - Social Netwok Indonesia

Internet Sehat Yang Kebablasan

Koncoan, ketika mendengar nama ini seolah-olah media khusus orang Jawa karena makna dari konco adalah kawan asal kata dari bahasa Jawa terutama bagian tengah dan timur. Tapi ini media sosial untuk seluruh masyarakat Indonesia yang ingin adanya perubahan pada internet yang sehat dan mendidik.

Saat peluncuran tiga hari yang lalu (19 November), penulis dapatkan dari sebuah grup blogger Facebook tentang platform Koncoan ini. Semula agak ragu untuk mengklik tautan dan mendaftar di situs baru ini. Setelah diberitakan oleh media asing CNN dan berita online dalam negeri yang terkenal, barulah menjajal aplikasi ini

Ada tautan ke media sosial lain seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Vkontakte. Penulis pilih akun Vkontakte untuk login. Registrasi cukup mudah, Anda hanya mengisi ID pengguna yang masih tersedia dan kata kuncinya. Hal ini untuk login di kemudian waktu saat masuk ke situs Koncoan.

BACA:  Gogobli Situs eCommerce Kesehatan Dan Kecantikan Pertama Di Indonesia

Laman antarmuka ternya mirip dengan Facebook baik dari segi warna maupun tata letak menu. Menunya pun hampir serupa seperti fasilitas chat di kanan bawah, membuat fanpage maupun grup Koncoan. Anda tidak bisa membedakan apakah ini sebagai grup, fanpage atau sebuah akun pribadi karena nama pengguna terpilih letaknya setelah subdirectory yakni setelah tanda / (slash).

Hal yang membedakan dengan media social Facebook, Anda bisa menambahkan file lain semisal musik maupun video dan bisa melihat pada linimasa hal apa saja yang telah dibagikan oleh teman. Postingan yang Anda bagikan bisa langsung di-setting sebagai public atau siapa saja boleh lihat, khusus teman atau Anda sendiri yang melihatnya.

Adanya filter kata untuk membantu mereduksi ujaran kebencian atau perkataan yang tidak senonoh dan melanggar etika.Kata yang mengandung unsur pornografi semisal alat reproduksi wanita ataupun pria tidak diperkenankan. Begitu juga ungkapan sarkasme yang menggunakan nama kebun binatang pun tidak diperkenankan.

Peliknya, bila kita menulis ilmu pengetahuan tentang reproduksi wanita agar orang lain tahu untuk menjaga kesehatan maka pengikut Anda akan kebingungan memaknai kalimat yang baru saja diketikkan. Apalagi kata-kata binatang seperti anjing, babi atau bangsat maka, pembaca akan mengernyitkan dahi karena tulisan diblok atau disensor dengan tanda bintang-bintang.

Koncoan tidak bisa membedakan mana ujaran kebencian atau mana sebagai penyayang binatang. Kata  “anjing” sendiri di dalam pencarian Google memiliki 33,4 juta kata kunci. Anda mungkin sebagai penyayang binatang jinak ini akan kecewa, apalagi pemilik petshop tak mungkin bisa memasarkan produknya di situs Koncoan.

Parahnya lagi kata daerah “asu” juga diblokir di situs Koncoan. Kata ini sama padanannya dengan kata benda di atas. Karena ini sistem, pihak Koncoan tidak menyadari bahwa dalam bahasa Indonesia banyak sekali yang mengandung kata “asu”. Anda akan mengernyitkan dahi jikalau Anda setelah post di situs Koncoan dan mengetikkan “Anjing yang masuk rumah, tewas dibantai di bawah kasur oleh pasukan…“. Dan, Anda menjumpai hasil tulisan seperti ini “*** yang m***k rumah, tewas diban*** di bawah k***r oleh p***kan…“. Apakah ini internet sehat? Kalau begini malah jadi salah persepsi dan akan menimbulkan kontra atau konflik.

BACA:  Medsos Penghasil Dollar Ala Klikfriend

Padahal Pak Guntur sendiri yang menyatakan tidak diblokir. “Admin hanya memblokir pada pengguna yang benar-benar membuat keonaran dan membuat suasana tidak nyaman. Jadi lihat konteks kalimat apa yang pengguna telah bagikan.”, ungkapnya dalam teleview beberapa waktu yang lalu.

limitasi konten yang kita tulis yang dibatasi hanya 140 kata baik dalam status, page maupun group menjadi pertimbangan sendiri untuk meneruskan menggunakan  hasil karya anak bangsa yakni Koncoan, social network Indonesia ini.

Situs Koncoan Ditutup

Pada saat tulisan ini disunting, penulis merasa kaget karena tidak bisa mengakses situs koncoan tersebut. Padahal sudah ada puluhan ribu pengguna yang mendaftar di Koncoan Social Network Indonesia ini.

Penulis mencoba menanyakan hal ini kepada Bapak Guntur tapi tidak mendapat jawaban yang memuaskan, dan baru beliau menerbitkan pengumuman tentang tutupnya situs Koncoan dan menumpahkan kekecewaannya bahwa inilah kematian kreativitas dan berinovasi membangun di negara sendiri

Situs Koncoan ditutup

Yang jelas penutupan situs Koncoan membuat kecewa dan sedih pengguna. Ini bisa dilihat dari komentar pembaca. Dan penutupan ini tidak ada hubungan dengan situs Blog Review ini lho, karena penulis me-review setiap fakta yang ada tanpa ditutupi.

Penutupan ini menambah deret banyaknya situs yang kalah bersaing dengan Mark Zuckerberg sebelum berkembang dan memposisikan Facebook sebagai raja media sosial dunia yang tak tertandingi.

Bezimeni ID Author

Tinggalkan Balasan